BEMA Ma'had UNIA Gelar Tausiyah dan Sholawat Bersama dalam Peringatan Hari Santri Nasional
Berita 1 menit baca

BEMA Ma'had UNIA Gelar Tausiyah dan Sholawat Bersama dalam Peringatan Hari Santri Nasional

Admin Ma'had Al-Jami'ah UNIA

PRENDUAN — Badan Eksekutif Mahasantri (BEMA) Putri Ma'had Universitas Al-Amien Prenduan menyelenggarakan Peringatan Hari Santri Nasional yang dikemas dalam bentuk tausiyah dan sholawat bersama pada Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan yang bertempat di Musholla Putri Ma'had UNIA Prenduan ini diikuti secara tertib dan khidmat oleh seluruh mahasantri putri.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Nyai Aisyah Tidjani, Lc., M.S.I., didampingi jajaran ustadzah serta seluruh mahasantri putri Ma'had UNIA Prenduan.

Dalam arahannya, Nyai Aisyah Tidjani, Lc. menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan pengembangan kapasitas diri bagi para penuntut ilmu. Beliau mengutip riwayat hadis "syababaka qobla haramika" untuk mengingatkan santri agar mengoptimalkan masa muda sebelum datangnya masa tua.

"Apabila seseorang mengisi masa mudanya dengan pengembangan diri dan kegiatan yang bermanfaat, maka generasi muda tersebut merupakan calon pemimpin masa depan. Sebaliknya, apabila masa muda dilewati secara sia-sia, kerugian akan ditanggung oleh diri sendiri," tegas beliau.

Selain penguatan kapasitas diri, Nyai Aisyah Tidjani menegaskan bahwa indikator utama dalam menempuh proses pendidikan di pesantren adalah keikhlasan. Keikhlasan niat menjadi landasan utama dalam meraih kelancaran dan keberkahan ilmu.

"Hal yang paling penting dari seluruh proses ini adalah ikhlas dalam menjalani perjalanan menuntut ilmu. Ketika seluruh ikhtiar didasarkan pada niat lillahi ta'ala, Allah SWT akan menurunkan rahmat, kemudahan, serta ridho-Nya dalam setiap kebaikan yang dilakukan," ungkap beliau.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pembacaan sholawat bersama. Momentum ini tidak hanya mempererat tali ukhuwah di lingkungan Ma'had Universitas Al-Amien Prenduan, tetapi juga menegaskan kembali bahwa keikhlasan niat dan kesungguhan memanfaatkan masa muda merupakan ruh utama dalam mengarungi perjalanan menuntut ilmu di pesantren. (Ifa/UNIA)

Apakah artikel ini bermanfaat?

Bagikan Artikel

Komentar (0)

Minimal 2 karakter 0/1000

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!