Ketika Pulang Nanti
Orang akan dengan mudah menggunakan kata "pulang," tetapi bagi saya kata pulang bukan berarti sekadar kembali ke tempat dari mana kita berangkat. Semakin lama saya menjalani kehidupan ini, saya mulai menyadari bahwa pulang tidak selalu sesederhana kembali. Sebab ada sesuatu yang berubah selama kita pergi. Tempat yang saya tinggalkan mungkin masih sama, tetapi saya tidak akan pernah benar-benar kembali sebagai orang yang sama. Pasti ada harapan dan peran yang berubah.
Sekarang, di masa-masa saya menjalani pendidikan dan perkuliahan, ada satu hal yang sering menghantui pikiran saya, nanti kalau sudah pulang, saya akan menjadi apa?
Pertanyaan itu mungkin sederhana. Namun, bagi saya, terkadang pertanyaan itu cukup berat untuk dipikirkan. Di tengah kesibukan kuliah, tugas, organisasi, kegiatan pondok, dan berbagai aktivitas lainnya, ada saat-saat tertentu ketika saya berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, Apakah semua yang saya jalani sekarang akan benar-benar membawa saya kepada sesuatu yang berarti?
Saya sedang berada dalam proses belajar. Hari demi hari saya lalui dengan harapan bahwa pendidikan yang saya tempuh hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Tetapi semakin lama, saya menyadari bahwa perjalanan pendidikan adalah proses mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya.
Rasa khawatir itu tetap ada. Semakin kuat, saat saya menyadari, saya belum menjadi pribadi seperti yang saya harapkan.”
Saya terkadang iri melihat orang lain yang sudah memiliki pencapaian, pekerjaan, kemampuan, bahkan kehidupan yang tampak sudah bisa dibanggakan. Dari sana muncul pertanyaan dalam diri saya, Bagaimana dengan saya? Apakah setelah semua ini saya akan menjadi seseorang yang bermanfaat? Atau justru pulang dengan membawa banyak cerita, tetapi tidak ada artinya.
Meski begitu, saya mencoba untuk tidak terlalu larut dalam kekhawatiran tersebut. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua perjalanan harus menghasilkan sesuatu dengan cepat. Ada proses yang memang harus dilalui dengan sabar, dengan jatuh bangun, dengan kegagalan, bahkan dengan keraguan.
Mungkin saat ini saya belum menjadi siapa-siapa. Mungkin saya masih belajar, masih mencari arah, dan masih sering merasa tidak yakin dengan masa depan. Tetapi setidaknya saya sedang berusaha.
Saya ingin percaya bahwa apa yang saya pelajari hari ini, pengalaman yang saya dapatkan, orang-orang yang saya temui, serta setiap kesulitan yang saya lewati, suatu saat akan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup saya.
Mungkin, salah satu hal penting dari pikiran itu, orang tua saya sudah begitu kuat berusaha untuk kesuksesan saya, sehingga saya pikir, ketika nanti saya benar-benar pulang, saya tidak ingin hanya membawa ijazah. Saya ingin pulang dengan membawa ilmu, pengalaman, kematangan berpikir, dan kemampuan untuk memberikan manfaat.
Dan jika hari ini saya masih sering bertanya, Akankah saya menjadi seseorang? Mungkin jawabannya bukan sesuatu yang harus saya temukan sekarang.
Saya hanya perlu terus berjalan. Bisa jadi, seseorang yang saya harapkan akan saya temui di masa depan, orang yang sedang saya bentuk sedikit demi sedikit melalui perjuangan saya hari ini.
Akhirnya, ketika pulang nanti, mungkin saya belum menjadi seseorang yang hebat. Mungkin saya masih memiliki banyak kekurangan dan pertanyaan yang belum terjawab.
Tetapi setidaknya, saya ingin pulang sebagai seseorang yang lebih mengerti mengapa saya pergi, apa yang saya pelajari, dan untuk apa saya kembali pulang.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan Artikel
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!