Kunjungi Dua Ponpes Tahfidz, Mahasantri JQH UNIA Gelar Tadabbur Al-Qur'an di Jateng
KUDUS – Mahasantri Putri Jam’iyatul Qurro’ wal Huffaz (JQH) Ma’had Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan menggelar kegiatan Tadabbur Qur’an ke Jawa Tengah pada O9–11 September 2026. Agenda kunjungan ke dua pondok pesantren tahfidz ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memacu semangat menjaga hafalan Al-Qur'an.
Mahasantri Putri JQH yang terdiri atas 27 mahasantri didampingi langsung oleh Penanggung Jawab JQH Ust. Nurul Yaqin, M.Pd. dan DKM JQH Usth. Annisa Windi, S.E. Terdapat dua lokasi utama yang menjadi tujuan rihlah ini, yakni Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum Damaran 78 Kudus dan Pondok Pesantren Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima.
Pengasuh Pondok Pesantren Muslimat Damaran Kudus, KH. Ali Imron Zubaidi, menyambut hangat kedatangan para mahasantri. Dalam arahannya, Kiai Ali memberikan dorongan moral agar para penghafal Al-Qur'an tidak berkecil hati dalam menjaga hafalan. "Al-Qur’an itu mudah dihafal. Yang terpenting kita harus optimis supaya Al-Qur’an itu menjadi mudah, dan juga tetap harus ikhtiar serta tawakal kepada Allah," tegas Kiai Ali.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Kudus, mahasantri JQH melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya di Pondok Pesantren Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima. Pengasuh Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima, KH. Imam Zarkasyi Al-Hafidz, berpesan agar mahasantri senantiasa bersyukur karena berada di lingkungan pergaulan yang positif (the golden circle). Kiai Imam menekankan tiga prinsip ta’dzim yang wajib dipegang teguh oleh setiap mahasantri, yaitu menghormati Al-Qur’an, mendoakan guru, dan mematuhi aturan."Prinsip ta'dzim itu meliputi menghormati Al-Qur’an, mendoakan guru, dan mematuhi aturan," ungkap Kiai Imam.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para peserta, khususnya dalam memperbarui semangat menghafal Al-Qur'an (tajdidul himmah). Selain mempererat jejaring antarpesantren, Tadabbur Qur’an ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak mulia.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan Artikel
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!