Pembukaan Workshop Niha'ie UNIA Prenduan, Mudir 'Aam Tekankan Pentingnya Daya Juang Mahasantri Niha'ie
PRENDUAN — Ma’had Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan menggelar pembukaan kegiatan Workshop Niha'ie bagi mahasantri niha’ie semester akhir di Rektorat Lantai III, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program akhir, sekaligus pendorong kuat bagi mahasantri untuk meningkatkan semangat juang sebelum terjun ke masyarakat.
Seremonial pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan, di antaranya Pengasuh UNIA Prenduan, K.H. Moh. Fikri Husein, M.A., Mudir ‘Aam Ma’had UNIA Prenduan, K.H. Dr. Muhammad Basthami Tibyan, M.Pd.I,. Mudir Ma'had Lil Banin wal Banat, serta para Naib/ah dan Koordinator Bidang.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Muhammad Basthami Tibyan memberikan Irsyadat Wa Taujihad kepada seluruh mahasantri niha’ie. Mengawali pesannya, beliau mengingatkan pentingnya kapabilitas diri bagi seorang calon pemimpin dan pendidik. Menurut beliau, kontribusi nyata di masyarakat hanya lahir dari mereka yang kaya akan bekal keilmuan.
"Orang yang tidak mempunyai apa-apa, tidak bisa memberikan sesuatu," ungkap beliau.
Lebih lanjut, Mudir 'Aam menyadari bahwa fase akhir di pesantren identik dengan beban tugas yang berat dan menguras energi. Untuk memantik daya juang mahasantri semester akhir, beliau mengumpamakan proses penempaan ini layaknya sebuah paku yang harus menembus kerasnya dinding.
"Perjuangan itu seperti paku yang mau ditancap di dinding. Tidak ada orang sukses itu santai-santai." tegas beliau.
Di penghujung arahannya, beliau menanamkan keyakinan bahwa seluruh rangkaian program niha'ie ini dapat ditaklukkan dengan satu modal utama, yakni tekad yang pantang menyerah.
"Semangat itu mahal. Walaupun tugasnya sulit, jika mempunyai semangat, insyaallah pasti Allah akan membantu," pesannya memotivasi.
Setelah menyampaikan arahannya, Mudir 'Aam secara resmi membuka rangkaian kegiatan Workshop Niha'ie yang ditandai dengan pembacaan surah Al-Fatihah bersama seluruh peserta yang hadir.
Rangkaian pesan tersebut bukan hanya menjadi seremoni pembuka, melainkan pengingat tegas bahwa fondasi sebuah kesuksesan selalu bertumpu pada tanggung jawab menjaga amanah, membuang rasa malas, dan merawat semangat juang.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan Artikel
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!